Senin, 02 Maret 2009

he..he...he....he....

‘dua cinta’

aku cinta kepada mu dengan dua cinta
cinta kepada diriku dan cinta kerena dirimu
cinta karena memang dirimu layak di cinta
cinta kerena keadaan ku senantiasa mengingatmu
baik untuk ini, baik untuk itu
pujian bukanlah bagi ku
engkaulah pujian kesemuanya


-----------------------------------------------------------------------------------



jangan pergi!!!
kembalilah…..
dengan semua kesengsaran mu
oh, kembalilah….!!
semua linangan air mata ku tercurah hanya kepada mu
bara terakhir dalam hati ku menyala hanya untuk mu
oh kembalilah engkau derita ku!!
kebahagiaan terakhir ku!!





--------------------------------------------------------------------------------------------




dimanakah kau berada duhai kekasihku?
adalah kau selalu bahagia dengan hamparan bunga di taman?
akan kah engkau dapat mencium harumnya atau memetiknya?
ataukah bunga-bunga itu telah menjadi hantu kegelisahaan
yang menakutkan dalam ingatan mu?
dimanakah kau berada duhai pujaan hati ku?
akankah kau berada dalam peraduaan mu,
dimana jiwamu bersarang setelah lelah kepakan sayap kehidupan?
akankah kau nyanyikan lagu rindu di hati mu yang sarat dengan cinta?
dimanakah kau berada wahai pesona jiwaku?
akankah kau sedang nikmati pesona cinta bersama para penyair?
atau kah engkau bersama mereka yang tersungkur dalam kehidupan yang fana?
adakah engkau terbuai oleh kisah cinta yang satu kan hati kita?
dimanakah engkau duhai separuh jiwaku yang terpisah?
adakah jiwa mu terbelenggu, tak dapat mendengar jeritan hati?
tak mampu lagi menahan nyeri di hati?
ataukah engkau sedang dengarkan bisikan hati yang pilu karena kerinduan ini?




--------------------------------------------------------------------------------------------------




‘tak ada lagi yang mengalir’

keindahan mu, terpancar menembus raga
tumbuhkan cinta di hati yang butakan mata
hingga aku terlena dalam buaian mimpi indah
ketika ku sadar, kau hanya sisakan kepedihan dan duka lara,
kau tinggalkan semua inpian yang telah selimuti jiwa

mengapa kau buat hati ini terlena dalam beribu hamba?
ku jadikan dirimu sekuntum mawar dalam hati ku
merelakan tangan ku penuh luka
karena memetiku mu yang penuh duri
seharusnya kau layu setelah tak ada lagi darah yang mengalir dari tangan ku



--------------------------------------------------------------------------------------------




Kau lah satu-satunya yang ku pilih di dunia ini
Beri tahu semua, agar bahagia pula
Impian dan harapan terukir melukis angan
Ketika kau datang, kau lah cinta ku selamanya


-----------------------------------------------------------------------



Kau adalah surga bagi khayal ku
lupakan segala derita dan suka cita
yang tersisa hanyalah harapan semata

Aku tetap terjaga dalam mimpi indah ku
antara sadar dan tidak terbawa nikmatnya
lamunan cinta

Menderitalah aku dalam kesukacitaan
penderitaan ada karena aku ada
kebahagian ada karena aku pula

jangan kau cari makna dari kata-kata ku ini
ini adalah bualan omong kosong dari si pemabuk cinta

-----------------------------------------------------------------------------------


Jika sekiranya kau bahagia atas keadaan ku saat ini?
malam bawalah dingin mu, selimuti jiwa yang terbakar ini
bulan pancarkan ceriamu, agar tidak lagi muram wajah ini
Jika sekiranya kau bahagia atas keadaan ku saat ini?



---------------------------------------------------------------------------------------------



Sentuhan jemarimu ku rasakan itu sebagai lembut hatimu
yang telah disucikan cinta,
Kata-kata yang keluar dari bibir mu, ku jadi itu sebagai
lantunan merdu dari surga,
Setiap kau peluk aku dengan eratnya, aku jadikan itu sebagai
pelukan dewi cinta yang hangatkan raga,
Disaat kau genggam jemariku, aku jadikan itu sebagai penuntun hati ku
saat cinta di dera prahara,
Disaat kau berada disampingku, kan ku jadikan itu anyaman cerita cinta
yang panjang, yang kan ku sulam dengan benang sutra mimpi indah kita berdua,
Disaat kau tatap mata ini, ku rasakan sebagai sebuah misteri cinta yang tak terungkap,
atau sesuatu yang telah sucikan aku hingga anugrah yang tak terkira ini dapat ku rengkuh.

Tidak ada komentar: