Surga mengirimmu untuk membawa jawabannya
Surga mengirimmu untuk menyembuhkan sakit ini
Untuk satu kesempatan yang tak terkalahkan
Untuk sesaat aku raih duniaku
Seperti malaikat kau datang, disetiap doa yang aku panjatkan.
Hadir disetiap mimpiku, lindungiku ketika aku tidur.
Seperti malaikat kau datang, setiap kali ketika aku menjerit
Waktu demi waktu aku kalah lagi
Malam demi malam aku bangun gemetar
Karena kesalahan yang aku lakukan
Cukup untuk sebuah kegagalan
Malam demi malam aku bangun menangis
Karena aku merasa seperti sekarat
Masih terputus dan tanpa perlindungan
Masih dihantui dan tidak aku inginkan
Aku bangun gemetar karena satu kesalahan
Seperti malaikat kau datang, menjadi bintang dilangit hatiku
Untuk satu kesempatan yang tak terkalahkan
Untuk sesaat aku raih duniaku
Selasa, 21 Desember 2010
Senin, 13 Desember 2010
Permainan bodoh
Aku ambil mantelku dan berdiri di siraman hujan,
aku selalu gila seperti ini.
Dan kau melihatku dari balik jendelamu.
Aku selalu berada di luar untuk mencarimu.
Aku mungkin menjadi orang yang aneh,
dengan mata yang hitam dan rambut yang lusuh.
Tapi karena terlalu dingin kau enggan untuk peduli.
Aku kini berdiri didepan pintumu,
dengan kata-kata yang siap diucapkan.
Namun kau menyelaku dan mengatakan,
hanya orang gila yang melakukan hal aneh seperti ini!
Itu karena aku tidak menyadari,
karena kau gagal untuk mengerti.
Ini karena hatimu berdarah sebelum aku ..
Permainan bodoh ini mencabik-cabik,
dan kata-katamu tadi hancurkan hatiku.
Kau menghancurkan hatiku.
Kau persilahkan aku masuk kerumahmu
Dengan cara sempurna kau suguhkan aku kopi,
lalu berbicara tentang orang yang kau cintai
Dan aku akan ajari kamu hal-hal kehidupan,
Hal-hal yang berani, hal-hal yang bersih.
Hal-hal yang jujur itu berarti ketulusan.
Kau sembunyikan tangan kotorku di belakang punggungmu.
Sambil berkata;
Entah dimana, kau pasti punya,
jalan keluar bersama dengan ku.
Aku mengambil mantelku dan pergi,
dibawah siraman hujan,
Kau memang selalu gila seperti itu,
pikirku.......
aku selalu gila seperti ini.
Dan kau melihatku dari balik jendelamu.
Aku selalu berada di luar untuk mencarimu.
Aku mungkin menjadi orang yang aneh,
dengan mata yang hitam dan rambut yang lusuh.
Tapi karena terlalu dingin kau enggan untuk peduli.
Aku kini berdiri didepan pintumu,
dengan kata-kata yang siap diucapkan.
Namun kau menyelaku dan mengatakan,
hanya orang gila yang melakukan hal aneh seperti ini!
Itu karena aku tidak menyadari,
karena kau gagal untuk mengerti.
Ini karena hatimu berdarah sebelum aku ..
Permainan bodoh ini mencabik-cabik,
dan kata-katamu tadi hancurkan hatiku.
Kau menghancurkan hatiku.
Kau persilahkan aku masuk kerumahmu
Dengan cara sempurna kau suguhkan aku kopi,
lalu berbicara tentang orang yang kau cintai
Dan aku akan ajari kamu hal-hal kehidupan,
Hal-hal yang berani, hal-hal yang bersih.
Hal-hal yang jujur itu berarti ketulusan.
Kau sembunyikan tangan kotorku di belakang punggungmu.
Sambil berkata;
Entah dimana, kau pasti punya,
jalan keluar bersama dengan ku.
Aku mengambil mantelku dan pergi,
dibawah siraman hujan,
Kau memang selalu gila seperti itu,
pikirku.......
Kamis, 09 Desember 2010
Lubang hati
Oktober diselesaikan dengan lembut
Daun mulai jatuh
Aku ingat, waktu terakhir kau ada di sini
Suaramu yang masih tetap terdengar
Waktu mencuri begitu cepat
Meskipun hatiku sakit
Ada senyum di wajahku
Sama seperti jendela ke surga
Ada cahaya bersinar melaluinya
Ada sebuah lubang di hatiku
Dan aku membawanya kemanapun aku pergi
Seperti harta yang bergerak bersamaku di setiap langkah
Ada di kerinduan yang sepi ini, dan
Baik pahit ataupun manis
Ada lubang di hatiku yang didalamnya tempat kamu berada
Daun mulai jatuh
Aku ingat, waktu terakhir kau ada di sini
Suaramu yang masih tetap terdengar
Waktu mencuri begitu cepat
Meskipun hatiku sakit
Ada senyum di wajahku
Sama seperti jendela ke surga
Ada cahaya bersinar melaluinya
Ada sebuah lubang di hatiku
Dan aku membawanya kemanapun aku pergi
Seperti harta yang bergerak bersamaku di setiap langkah
Ada di kerinduan yang sepi ini, dan
Baik pahit ataupun manis
Ada lubang di hatiku yang didalamnya tempat kamu berada
"harga diri"
# renungan si kehed #
"Harga diri"
Status si N ; sepertinya punya dua kepribadian....
disatu sisi sayang, disisi lain dendam
comment :
si Y: gimana kalo yang satu sisi dendam nya dijual ato di obral,
sapa tau ada yang minat, jadi tinggal satu sisi sayang yang tertinggal
si S: emang ada yang mo beli ya Y?
si Y: lah harga diri aja bisa di beli S!!
si N: bicara apa seh kalian saya tidak mengerti?? (pura2 oon pdhl????) :p
si U: berarti yang belinya orang oon n oneng….
daripada beli harga diri orang lain mendingan beli martabak, perut kenyang…..
hehehehehe
si N: si S mah dah kaga punya harga diri, diobral ato didiskon juga kaga laku
wkwkwkwkwk
si U: mendingan juga kaga punya N, jadi kaga ada orang yang mo beli…..
si N: ?????????
si U: kenapa N, bingung ya? Bagus deh kalo gitu….
*mau bingung = mau mikir
Note : harga diri => ke-aku-an => egois => sombong => harga diri
"Harga diri"
Status si N ; sepertinya punya dua kepribadian....
disatu sisi sayang, disisi lain dendam
comment :
si Y: gimana kalo yang satu sisi dendam nya dijual ato di obral,
sapa tau ada yang minat, jadi tinggal satu sisi sayang yang tertinggal
si S: emang ada yang mo beli ya Y?
si Y: lah harga diri aja bisa di beli S!!
si N: bicara apa seh kalian saya tidak mengerti?? (pura2 oon pdhl????) :p
si U: berarti yang belinya orang oon n oneng….
daripada beli harga diri orang lain mendingan beli martabak, perut kenyang…..
hehehehehe
si N: si S mah dah kaga punya harga diri, diobral ato didiskon juga kaga laku
wkwkwkwkwk
si U: mendingan juga kaga punya N, jadi kaga ada orang yang mo beli…..
si N: ?????????
si U: kenapa N, bingung ya? Bagus deh kalo gitu….
*mau bingung = mau mikir
Note : harga diri => ke-aku-an => egois => sombong => harga diri
Langganan:
Postingan (Atom)
