setiap kali cahaya bulan turun ke bumi
hati ku berbisik:
"berapa lama lagi ku harus menunggu untuk luluhkan rindu?"
tak ada yang berucap untuk menjawab
tak ada yang memberi tanda atau isyarat
jangan katakan ini hanya lelucon
ini bukan omongkosong
* * *
gelap malam yang kini membisu, temani heningku
air mata pun berderai kala ku kenang dirimu
dalam sepi malam.....
sendiri ku gali-gali nurani,
ada kah penyatuan kita di esok hari?
hingga cicit perkutut pun gemerecak
bangunkan pucuk daun
atau hingga mentari lambaikan senyuman
rinduku tetap tak terganti
gundah ku tetap tak tergali
Senin, 22 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
