dengan cinta yang sama
Setelah badai menghempasnya
Merobek pakaiannya hingga rombeng
Ia tidak temukan perlindungan
Namun, ia tidak perduli
Ia kini tak terlihat lagi di bawah sisa-sisa air hujan
Ia luluh untuk ratapi dosa
Ia kini tak terlihat lagi di bawah sisa-sisa air hujan
Ia bersimpuh untuk dapatkan kesucian jiwa
Apa yang dapat dilakukan para nabi sekarang?
Tentang cinta yang pernah dikatakan
Ia coba memulai dengan lapang, dengan keyakinan baru
Untuk tidak menuduh
Jika dunia ini fana adanya, dengan cinta yang sama ia memohon
Dan tak ada tempat untuk sembunyi
Ia luluh untuk ratapi dosa
Dan tak ada tempat untuk sembunyi
Ia bersimpuh untuk dapatkan kesucian jiwa
28.08.2002
kala cinta menyiami rasa dijiwa
ku lihat ada sesuatu di bulat matamu
Terpancar tanpa kau sadari meniti hatiku
Kala pertama kau bisikan kata cinta
Kurasakan itu suatu ungkapan yang sangat berarti
darimu yang tak dapat pungkiri bisikan nurani
Dihati,
Tentang cinta dan bunga-bunganya
Yang mekar dan mewangi keseluruh raga
Hati yang dibalut cinta
Tak
Dan tanpa kau ragu
Cinta untuk ku bukan untuk sementara waktu
210104
M u n a f i k
Dengan segala kemunafikan aku katakan pada mu
Cinta baru tumbuh dalam hati ku
Aku bohongi hatiku dan juga kamu
Sungguh bodoh aku ini!!!
Masuk dalam perangkap kemunafikan
Yang aku buat sendiri
Bukankah lebih baik hidup dalam keterasingan
Daripada menjadi budak kemunafikan
Sepinya keterasingan dan hinanya kemunafikan
Bagiku, keduanya bukanlah suatu pilihan
Cinta yang lalu terkikis habis oleh waktu dan
Cinta yang baru mati kutu bersama nafsu
030805
Ketika seulas senyman dibibirmu menyapa,
Tak ada lagi di dunia ini yang dapat melebihi keindahannya.
Lebih mesra dari hembusan angin yang gugurkan kelopak bunga,
Melambai, melayang manja, mempesona mata.
Dalam malam yang indah nan syahdu ini,
Meski jauh kita tetap berpadu dalam satu rindu.
Bahagia yang tercipta, luas bentangi tingginya cakrawala,
hingga kau pun terasa begitu dekat
Biar ku peluk erat dirimu, agar badai kehampaan ini
tak lagi datang dan hujan pun segera reda.
Biar ku peluk erat cintamu malam ini,
agar kegelapan sirna terseret warna-warna pelangi yang hiasi dinding hatiku.
170204
kala cinta menyiami rasa dijiwa
ku lihat ada sesuatu di bulat matamu
Terpancar tanpa kau sadari meniti hatiku
Kala pertama kau bisikan kata cinta
Kurasakan itu suatu ungkapan yang sangat berarti
darimu yang tak dapat pungkiri bisikan nurani
Dihati,
Tentang cinta dan bunga-bunganya
Yang mekar dan mewangi keseluruh raga
Hati yang dibalut cinta
Tak
Dan tanpa kau ragu
Cinta untuk ku bukan untuk sementara waktu
Kabar Kematian
Tersiar kabar tentang kematiannya
Di iringi fajar hari ini, Ia telah memanggil ruh nya
Siapa yang kira, tidak ada yang nyana
Tubuhnya belum renta, masih kuat tuk pikul cita-cita.
Rambutnya belum memutih, walau sepucuk,
Banyak harapan yang ingin diraih tentunya
Tulang-tulangnya belum regang,
Masih tersusun rapi bak kelopak bunga baru
Namun… kini ia telah pergi
Ia kini milik angkasa
Dengan manis wajahnya terlukis disana…
lorong sunyi”
Menyibak tirai hati, lorong sunyi panjang terbentang
Tak tergali…
Ada salam buihkan tawa
Ada senyum membawa ceria
Ada salam menuai kata
Detik pertemuan itu masih menjadi lorong sunyi
Panjang membentang bersama waktu, mengukir tanya
Panas, dingin menambah rasa
Air mata, rona bahagia hiasi muka
Karena cinta sejukan jiwa kita
dan kita pun menyusup ke dalam biuh pesonanya
Di lorong sunyi yang panjang ini, bersama kita sama-sama
Tapaki kaki di atas sang waktu yang tak pernah berhenti
Mata tetap menatap cakrawala
Angan biarkan menerawang
Akal merenung pecahkan semesta
Mulut bicara dapat menambah dosa
Lorong sunyi tetap terbentang, menjadi dinding tebal
tidak terkuak, menjadi misteri yang begitu akrab
karena kita tidak kemana-mana
tidak datang tidak pula pergi
tetap disini, diantara pemisah kita
23.05.2002
“Penyatuan“
Aku adalah dia yang ku cintai
Dia yang ku kenal adalah aku
Kami adalah satu jiwa dalam dua raga
Jika kau lihat aku, kau lihat dia pula
Adalah aku juga yang kau lihat
![]()
Ku berikan kepadamu
Sekeping hati penuh harapan
Berisi ungkapan dan perasaan
Tentang cinta dan segalanya
Semoga ada sekeping hati yg lain
Darimu….
Yang selalu setia mendampingiku
![]()
Bara api hampir padam
Namun belum juga aku rengkuh
Bayang wajah yang terkenang
Bersama angan yang temaram
Setiap pandangan yang ada hanya kesunyian
Karena ia mungkin kekasih impian
![]()
Luka cinta yang lalu adalah kebahagiaan
Bunga cinta yang lalu adalah luka dalam hati
Bahagia saat ini adalah rentetan tanda tanya yang dalam
Luka hati saat ini adalah rasa ingin tahu tanpa akhir
Hingga sampai pada luka cinta dan bunga cinta di hati
Ungkap semua tanda tanya, hingga akhir…..
![]()
kelebat sayap kabutmu gugurkan bunga kenanga
menjadi bunga api yang bersembunyi dalam urat-urat jantungku
nafasku tak benar-benar putus, oleh jeratan denyut sang waktu
kau tiupkan ruh baru bagi detik-detik yang terus mengalir
jiwa yang dipenuhi tanaman berduri
menjadi mawar putih
membawa serta gelak kicua burung yang bertengger
pada pesona magis jiwamu
![]()
Wajah siapakah yang terselip kini
Dipelupuk mata?
Apakah dia yang menghindari ledakan cinta
Dan terpuruk dalam kebimbangan masa?
![]()
Tak pernah kita sesali apa yang pernah terjadi
Yang kita tahu, cerita cinta kita telah berlalu
Dan luka dihati tak pernah menjadi benci
Karena kita, saling pahami dan mengerti
Hingga luka dihati pun terobati kini
Tangis bahagia seakan meniti
Saat aku terangkan ini
Tidak untuk berharap kembali
Tetapi untuk aku selami
Betapa cinta yang telah berlalu itu
Begitu memberi arti…
01/12/2005
![]()
Engkaulah kekasih sejatiku
Wahai engkau yang senantiasa dalam kidung bahagia
Wahai engkau pelipur risau jiwaku
Engkau adalah puncak keberuntunganku
Penantianku sangatlah panjang, untuk selalu di dekatmu
Tetap pegang teguh janjimu, hingga aku pun tegar,
Meski di bawah langit biru yang mulai pudar.
Wahai engkau yang telah selami jiwa ini
Jauh lebih dalam dari yang ku bayangkan
Cukuplah bagi ku, selama waktuku, seumur hidupku
Engkau lah yang ku jadikan kekasih sejatiku
29/01/2004
![]()
Dalam relung senja, AKU dan jiwaku tertunduk
Menghadap pada masa diantara terang dan gelap
Aku bersama kalbuku nyanyikan lagu hati
Penuh nada cinta kepada mu
Tak ku sungkurkan jiwaku saat terjaga
Kugapai seikat penyejuk dan ku resapi
Perlahan hatiku teraliri kesegaran
Kau basuh tiap sisir daging dalam tubuhku
27*10*2003
Dimana lagi akan ku dapatkan, dimana lagi akan ku dengar?
Suara merdu itu… yang membuai angan
Tidak lain hanya dari mu yang begitu tajam
Goreskan pesona cinta dalam langit jingga hatiku
Dimana lagi akan ku temukan bening mata yang manja menawan?
Dimana lagi dapat ku pandangi seraut wajah yang tecipta sempurna?
Tidak lain hanya dari mu, yang begitu indah hiasi taman hati ku
Dengan bunga-bunga cinta mu yang beraneka warna
15*02*2004
![]()
Kelebat sayap kabutmu gugurkan bunga kenanga
Menjadi bunga api yang bersembunyi dalam urat-urat jantungku.
Nafasku benar-benar putus oleh jeratan sang waktu.
Namun kau tiupkan ruh baru dalam jiwaku
Hingga detik-detik waktu ku tetap mengalir.
Pesona magis jiwamu bawa serta tulip putih di hatiku
Jiwaku kini tak lagi dipenuhi tanaman berduri
31/08/2003
![]()
Tidak kah kau lihat sepasang merpati
di atas ranting nan hijau itu?
Riang punuh canda, sambut kehangatan setelah hujan
di hiasi kemilau tetesan air yang pantulkan cahaya pagi
kebahagian itu tidak lagi aku cemburui
sejak kehangatan cinta mu ada dalam jiwa ku
lindungi ku dari dinginnya hujan semalam
tak ada lagi sepi, tak ada ruang hampa di hati
kau penuhi dengan sayang mu dan cinta yang
kau berikan untuk ku
26/04/2003
![]()
Meski terdengar lirih dari bibir manggismu
Bahwa diatas gelombang hidup dan buih resah ini
Diantara sudut ruang dan waktu
Sementara uap-uap mimpi terus meluas
Dilantai bumi, tempat kita jalani hari
Dan juga awan-awan tak jua berhenti
Curahkan kesunyian di dalam hati
Semoga tak henya sekedar janji yang terucap
Dari bibir manggismu, namun juga aroma wangi
Wangi yang penuhi setiap sudut ruang hati ini
31/08/03
![]()
“sebelum tidur”
Namun bila terdengar lagi suaramu
Jauh lebih mesra ketimbang cahaya rembulan
Yang daratkan kecupan hangat di pelupuk mata
agar diujung mimpimu kau tetap tenang di tengah ranjang
“selamat istirahat sayangku, biar aku yang tetap terjaga
diluar lelap mu dan mimpikan semua yang terjadi pada
diriku!”
![]()
semoga keindahan ada di depanku
semoga keindahan ada di belakangku
semoga keindahan ada di atasku
semoga keindahan ada di bawahku
semoga keindahan ada di dalam diriku
semoga keindahan ada mengelilingiku
semoga keindahan lenyapkan ku
semoga dengan keindahan hati dan akal ku sejalan….
![]()
derap langkah TIADA HENTI
MENYUSURI HARI RAGA MENCARI
LORONG-LORONG PUN MENJULANG KE ANGKASA
MERINTIK SUNYI MENERJANG MURKA ANGKARA
HASRAT HATI HANYA DOA PERISAI HARI KE HARI
MENJANGKAU PELANGI YAKIN DAN PASTI
JURANG BATASI DIRI PRAHARA DI LEWATI
![]()
07.08.2002
Tak
Jiwa terbelenggu
Hati ku yang bebas
Tidak akan terpikat hanya karena
wajah elok dunia karena
Tak ada yang dapat buat ku bahagia
Karena aku inginkan kebebasan
Hati dan jiwa ku…
Biarkan aku sendiri, bukan untuk hindari
Biarkan aku sendiri, bukan untuk ingkari
Sejak bayang mu bermukim dalam dada
Dalam singgasana yang megah di hati
Aku tidak lagi sepi
Meski hening, di tengah malam tak ada lagi sunyi
Aku menjadi seorang yang haru gembira
Sepanjang hari dalam gemilang bahagia
Kau sulap gelap jiwa jadi terang benderang
kau ubah belantara hati menjadi taman penuh mawar
Kau adalah matahari dalam cahaya kata-kata
Bila sinarmu marak bercahaya
Tak ada kata lain selain tentang berkembangnya jiwa
26/11/2002
Sepi tak lagi menyapa hari
bukannya lantaran perginya pelangi
ataupun kicau kaswari
bahkan, mentari yang berseri di pagi hari
seakan tak mampu menandingi
keindahan yang telah pergi
namun, ketika kau datang
layaknya bidadari, kau selami diri ini
untuk mengajakku bernyanyi
bersama irama surgawi yang riuh mengiringi
kau pun ikut menari
ketika kau datang
jiwamu pun ikut menyertai
bukan untuk lekas pergi
atau pun sekedar menghampiri
aku pun menakini
jiwa ku telah kau selusupi
agar kau dapat penuhi pundi-pundi hati ini
dengan cinta yang kau beri
20/10/2005
Ketika kepakan cahaya pagi menyapa jendela kamar
begitu menyentak, silaukan mata yang sedang tertidur pulas….
Seorang laki-laki tidak sedang dalam lamunan
tidak juga dalam kidung mimpi
ia tengah bermain dengan hatinya sendiri
tidak untuk mencari kesenangan
tidak sekedar mengisi waktu luang.
Kerikil tajam, jalan selapak mudah dilaluinya.
Pada satu keteguhan hati ia berpegang.
Buat apa meski risaukan terpaan ombak yang menggulung,
karena kesedihan hatinya tidak mudah rampung
sama seperti pagi sebelumnya
dengan segera ia sapa pujaan hatinya
“s’lamat pagi sayang….!!!”
“tengah malam”
Tersentak bangun di tengah malam
Ranjang kayu, bantal kapuk dan kasur penuh debu,
Telah memikatkau hingga terlena
Ku raih secangkir kopi hitam
Ku rengkuh bibirnya, punuh nikmat
Walau rantai semut hitam mengelilingi
Seraya hati berbisik:
“Aku tidak membencimu, aku mencintaimu dan aku membunuhmu
Maafkan aku…
Sama seperti banyak orang lakukan untuk bertahan hidup.
Mari kita pertanyakan, “siapa yang bisa tetap tinggal dengan tenang dalam alam ini?
Ku rasa aku tidak perduli….
Aku tidak perlu seorang pun kali ini
Lihatlah…!! Dengan manjanya kasur merayuku
Untuk kembali rebahkan tubuhku di atasnya
Sayangnya kantuk telah meninggalkan ku
Tidak bersama ku lagi…
Ku buka gordeng jendela, agar layangku tak terhalang
Agar angin malam lembut membelai bulu kuduk ku
Atau mengelus bagian lain tubuh ku
Aku lihat bintang begitu heran dengan diriku
Memandangiku penuh hasrat yang menggelora
Akhirnya kita pun bercengkrama….
Hingga kini fajar merenggut kemesraan kita
“ Tidak Berdaya Guna”
Kehampaan datang dan tak mau pergi
Yang lain datang menemaniku setiap saat
Berganti cerita dan laku
Tidak dapat mengisi jiwa ini.
Tidak berdaya guna.
Diri ini sunyi, alunkan senandung
Kata-kata yang terucap tumbuhkan dusta.
Angan melayang menyibak tirai rahasia
Namun tetap berputar pada pusara.
Tidak berdaya guna
Lingkar mata tampak cekung
Hitam kelam adalah bayang derita.
Linang air mata hanya tumbuhkan nanar
Tak berhenti meski berdiri terbalik
Tidak berdaya guna
Seulas senyuman tanda bahagia
Tutupi wajah pucat karena nelangsa,
Tidak berdaya guna.
Tidak untuk bersama lagi
Tak akan ku paksakan pada mu
Untuk dapat menerimaku
Tak akan pula ku paksakan diriku
untuk menjadi milik mu
apa adanya diriku
apa adanya dirimu
yang tidak mungkin jadi satu
cukuplah bagiku selalu mengenalmu
hingga kita tak pernah merasa asing
disetiap hari yang berganti selalu memberi arti
walau kita tahu tidak untuk saling mencintai
04/12/05
