dengan cinta yang sama
Setelah badai menghempasnya
Merobek pakaiannya hingga rombeng
Ia tidak temukan perlindungan
Namun, ia tidak perduli
Ia luluh untuk ratapi dosa
Ia kini tak terlihat lagi di bawah sisa-sisa air hujan
Ia bersimpuh untuk dapatkan kesucian jiwa
Tentang cinta yang pernah dikatakan
Untuk tidak menuduh
Jika dunia ini fana adanya, dengan cinta yang sama ia memohon
Ia luluh untuk ratapi dosa
Dan tak ada tempat untuk sembunyi
Ia bersimpuh untuk dapatkan kesucian jiwa
“tak tersampaikan”
dari belahan bumi yang berbada
seperti mulut yang menganga lapar
tumbuh diantara rapat sela-sela
daun hutan pinus sekonyong berhamburan
disergap hembusan angin dingin yang tak rapi
sebagian entah kemana, hilang……!!!
Yang lain menjadi seonggok
dari belahan bumi yang berbada
hanya terhalang kaca jendela
mata yang berbinar berubah nanar
melihat rerontokan itu, hingga lapar
seakan tak pernah kenyang
dan isi dada terhunus
ingin menembus raga
di atas belahan bumi yang berbeda
seperti maut yang segera merenggut
gundah tumbuh di atas pori-pori jiwa
yang kering, tetap menari diantara
lapisan angin dingin yang tak lagi
tersusun rapi
di atas belahan bumi yg berbeda
bongkahan tanah kering selimuti liang
pori-pori yang terus membesar dan mendalam
angin dingin yang tak lagi rapi
tak jua mau kompromi
hingga tariannya tertinggal di tanah kering pekuburan
dari belahan bumi yang berbeda
“Dihadapan Cermin”
Aku pun akan begitu
Curahkan segala isi hatimu kepada ku
Aku pun akan begitu
Sedihmu, berbagilah padaku,
Tanpa ragu, aku pun begitu
Layaknya seseorang dihadapan cermin
Jika kau sebagai cermin…
Maka tanpamu sulit bagiku untuk melihat rupa ku sendiri…
04/12/2005
Cukuplah bagiku
Setelah sekian lama ini, kau buat hati ini bercahaya.
Bagai kilau bening embun pagi,
yang menari diatas dedaunan,
sambut mesra hanyatnya surya.
Engkaulah satu-satunya yang mampu
belai mesra kabut
Hingga tidak ada lagi hampa.
Sayap cinta telah ku miliki kini
Cukuplah bagiku cinta darimu,
Bunga cinta yang kau tanam, sangatlah memikat
Tak dapat lagi, untuk aku tumbuhkan bunga cinta yang lain.
kala cinta menyiami rasa dijiwa
ku lihat ada sesuatu di bulat matamu
Terpancar tanpa kau sadari meniti hatiku
Kurasakan itu suatu ungkapan yang sangat berarti
darimu yang tak dapat pungkiri bisikan nurani
Dihati,
Tentang cinta dan bunga-bunganya
Yang mekar dan mewangi keseluruh raga
Tak
Dan tanpa kau ragu
Cinta untuk ku bukan untuk sementara waktu
“tertuju kepada yang terkasih”
Sejak setahun kemarin, sampai esok lusa
Atau bahkan hingga tak berbatas waktu
Diri ini
Yang terkasih….
Semua yang tercipta dan tertuju hanya karena yang terkasih selalu…
Dan seperti saat ini ketika hati ini tergerak
Tuk tuliskan sederet kata-kata
Sederet kata-kata yang goreskan arti kelembutan
Dan mungkin akan terpahat selalu dalam relung hati mu
Dan seperti saat ini ketika jiwa ini terpesona,
Akan gerak bayang-bayang dirimu
Yang senantiasa terlukis di pelupuk mata.
Hangat, selimuti jiwaku…
Indah, rasuki setiap mimpiku…
Dan disetiap diri ini tergerak
Entah untuk apa pun itu hanya kepada yang terkasihlah semua tertuju
“tak tersampaikan”
dari belahan bumi yang berbada
seperti mulut yang menganga lapar
tumbuh diantara rapat sela-sela
daun hutan pinus sekonyong berhamburan
disergap hembusan angin dingin yang tak rapi
sebagian entah kemana, hilang……!!!
Yang lain menjadi seonggok
dari belahan bumi yang berbada
hanya terhalang kaca jendela
mata yang berbinar berubah nanar
melihat rerontokan itu, hingga lapar
seakan tak pernah kenyang
dan isi dada terhunus
ingin menembus raga
di atas belahan bumi yang berbeda
seperti maut yang segera merenggut
gundah tumbuh di atas pori-pori jiwa
yang kering, tetap menari diantara
lapisan angin dingin yang tak lagi
tersusun rapi
di atas belahan bumi yg berbeda
bongkahan tanah kering selimuti liang
pori-pori yang terus membesar dan mendalam
angin dingin yang tak lagi rapi
tak jua mau kompromi
hingga tariannya tertinggal di tanah kering pekuburan
dari belahan bumi yang berbeda
08/08/2005
Kemana kamu akan pergi
Kini kamu tak cukup kuat, untuk menghilang dariku
Sekalipun dibawah selimut tebal, kamu terlihat ada
Kamu tetap terlalu sulit, untuk menghilang ketempat jauh
Dimana pun kamu tinggal, kamu akan selalu bersama
Bekas kakimu terceplak diatas lantai
Sidik jarimu membekas di dinding
Gerak tarimu menghasilkan kisaran angin
Jika suaramu menyeru,
angin akan mengisyaratkan namamu dengan hamburan debu.
atau jika abu mu di tenggelamkan dibawah laut
akan ikut serta pula dalam riak gelombang
pasir dan buih yang tersapu ombak
akan lukiskan jejak kepergianmu
06.07.2002
“Dihadapan Cermin”
Ceritakan apa yang terjadi pada dirimu
Aku pun akan begitu
Curahkan segala isi hatimu kepada ku
Aku pun akan begitu
Bahagiamu adalah bahagiaku
Sedihmu, berbagilah padaku,
Tanpa ragu, aku pun begitu
Kita berdua…
Layaknya seseorang dihadapan cermin
Jika kau sebagai cermin…
Maka tanpamu sulit bagiku untuk melihat rupa ku sendiri…
04/12/2005
“ dalam percakapan “ 29/10/2003
A : ia tidak pedulikan aku lagi!!!!
B : jangan terlalu jauh, bukankah kalian sudah saling menyatu?
A : ia sudah tidak seperti waktu itu. Aku sudah tidak mengenalinya
lagi, seperti sesuatu yang asing tapi begitu akrab untuk ku.
B : itu hanya masalah waktu. Waktu selalu berubah kearah yang
tidak engkau tahu.
A : bukankah hal itu dapat menenggelamkan ku dalam lara yang
tidak bertepian?
B : sebaliknya…!! dengan begitu kau dapat mengisi relung
hatinya.
A : akankah relung dalam hatinya itu dapat ku penuhi seutuhnya?
B : karena hidup tidak hanya dilihat dari bagaimana engkau
mengatasi atau menyelesaikan masalah, tapi juga keberanian
mu untuk tetap melangkah setelah sesuatu itu diambil
sebagai jalannya.
A : kesadarankah maksudmu?
B : walau kau bertepuk sebelah tangan, itu jauh lebih baik dari
pada kau tidak memiliki apa pun.
A : mungkinkah itu?
B : asalkan kau tidak lupa ketika bahagia dan tidak merengek
ketika teringat kembali.
A : tawa dan tangis bukankah hal yang wajar?
B : seperti halnya dedaunnan, ia akan kembali tumbuh hijau
dalam kelembaban.
A : tetap sadar, biarkan ia buka relung hatinya dan kemudian
mengisinya dengan kefanaan.
B : akhirnya…!!
A : itu hanya masalah waktu. Waktu selalu berubah kearah yang
tidak kita tahu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar