saat menunggumu….
aku sendiri, aku sepi
nyanyikan lagu yang biasa kita nyanyikan
mengingat saat ku peluk erat tubuh mu
saat menunggumu…
perlahan aku terdiam
tak ada yang dapat memecah kesunyian ini
hanya suara mu yang mampu melakukannya
dengan senyum menawan di hadapanku
saat menunggumu…
lamunanku kau bawa terbang
pada saat kau katakan cinta kepada ku
saat kau sambut hembusan nafasku
ketika kita berputar diatas di atas awan cinta
tak lelah aku menunggumu…
menunggu kau duduk bersamaku kembali
untuk satu kan rasa, layangkan angan
yakinkan aku kau akan datang hanya untuk diriku
di atas kekosongan ini…
kau telah berada didalamnya kini
dengan sempurna kau melakukannya
kau buat aku lebih baik, kau pun demikian
karena kau mendengar teriakan hati ku
walau tak pernah aku ucapkan
karena aku menunggumu
walau aku tahu kau tak akan pernah datang
***
penggalan-penggalan kalimat itu,
tak pernah utuh menjadi satu makna.
kalimat-kalimat itu hanya menjadi dirinya sendiri.
karena bagitu banyak kata yang sama
ada di kalimat-kalimat itu.
tak mungkin kiranya ia bersatu untuk
menjadi yang lain
------------------
“menjadi apa pun itu”
tak penah sedikitpun aku berniat mencintaimu
terlalu sulit bagi ku untuk melakukan hal itu
karena aku telah menjadi udara disetiap
nafas yang kau hirup
untuk berikan seluruh hati untuk mu,
maafkan aku, aku tak mampu
yang aku mampu hanyalah menjadi
dunia bagi hati dan jiwa mu yang hidup
penuh dengan cinta
janganlah kau memintaku untuk selalu bersamamu
karena tak mampu untuk aku temani dirimu setiap waktu
namun tanpa kau sadari hadir ku di hidup mu
telah lampaui batasan ruang dan waktu
tak ingin aku hadir disetiap mimpi indah mu
tak aku inginkan pula, kau rindukan diriku
karena aku telah menjadi apa pun itu
yang ada di dalam dirimu
Senin, 10 Agustus 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
