Kamis, 26 Februari 2009

brengsek (26-02-2009)

Hati ku berbisik bertanya: “apakah yang terjadi?
Sepoi angin menjawab lembut: “itu adalah cinta”
“apakah kau cemburu?” tanya hati ku pada bulan
“jika aku cemburu, takkan ku sampaikan salam rindu mu padanya” jawab bulan
“apakah ini hanya mimpi semata?” ucap hatiku
Air menjawab: “siramilah ia dengan kasih dan sayang mu tanpa jemu”
“apakah cinta ini akan tetap abadi adanya?” tanya hatiku pada malam
“jika senantiasa demikian, ia akan selalu hidup dalam hatimu” jawab sang malam

-----------------------------------------------------------------


{ laron dan lilin }

Lilin : ‘untuk apa kau mendekat wahai laron?’
Laron : ‘karena cintaku hidup hanya dengan mu’
Lilin : ‘jangan kau dekati aku karena kau akan terbakar oleh api ku!’
Laron : ‘jangan kau hiraukan aku, biarkan aku hidup dengan cintaku sendiri’
Lilin : ‘cinta yang kau miliki tidak akan hidup karena kau akan hangus terbakar’
Laron : ‘bagaimana dengan dirimu sendiri? Bukankah kau pun akan padam dan
binasah karena api mu itu, bahkan asap yang kau keluarkan pun akan
meninggalkanmu’
Lilin : ‘karena itu memang sudah takdir ku’
Laron : ‘dan memang sudah takdir aku pula harus hangus terbakar karena mencintai mu’
Lilin dan Laron : ‘dan kita pun akan hidup bersama api cinta kita’


25/02/09




---------------------------------------------------------------------------


Cahaya kebenaran telah nampak
Aku buka mata
Kabar kemenangan telah terdengar
Aku buka telinga

Biarkan! Suara penyeru-Mu riuh menembus mega
Takbir menggema di angkasa penyejuk sukma

Jiwa yang merintih akan dosa
Tubuh yang tersiksa akan cobaan
Tamatlah segera

Basuh aku dengan rahmat-Mu
Rukuk dan sujud aku bersimpuh mohon ampunan-Mu
Bawa aku dalam pangkuan-Mu dengan penuh kasih dan sayang-Mu


23/06/02



---------------------------------------------------------------------------

‘prasasti hati’

Maafkan aku duhai kekasihku
Aku masih punya rindu kepada mu
Aku masih menyayangi mu
Masih aku miliki cinta kepada mu

Aku tak dapat tinggalkan itu semua
Biarkan rasa iru tetap ada
Karena hanya itu yang aku punya
Jangan pernah katakan itu akan menyiksaku

Maafkan aku duhai kekasih ku
Kau tak lagi menjadi milik ku
Walau cinta ku tak akan pernah berubah
Karena cinta untuk mu telah menjadi prasasti
Jauh di dalam lubuk hati ku


-------------------------------------------------------------------------

‘teman bermain’

biarkan dirimu menjadi teman bermain bagi hati ku yang tergila-gila
datanglah padaku, katakan cinta hanya untuk ku
dengan merdu suara mu, dengan lembut bibir mu
karena aku tak mampu katakan itu kepada mu, wahai teman bermain ku

kau yang berkuasa atas hati ini, bawalah aku bersama mu
raih aku dengan erat peluk mu
agar kau rasakan yang belum pernah kamu rasakan
dari ku, dan hanya aku yang mampu
untuk menjadi teman bermain mu



---------------------------------------------------------
‘dalam bingkai indah’
Telah lama aku mencintai mu
Keindahan yang telah lama, namun selalu baru

Apa pun yang ku rasakan tidak ada yang membuat ku pilu
Apa pun yang ku lihat menjadi sumber keindahan

Cahaya pembasuh seluruh cemas ku talah banjiri hati ku
Semua bayang-bayang keraguan serta merta menjadi sirna

Di relung hati yang terdalam aku terpesoana
dalam bingkai indah yang kau buat untuk ku

--------------------------------------------------------------


saat aku katakan sesuatu, mereka tertawa terbahak
seraya memandangi mereka aku membatin
“sungguh bodoh aku ini, bicarakan hal ini kepada mereka.
kau yang tertawa karena kau tidak mengerti yang ku rasa,
tidak pahami yang ku kata,
jika kau buka mata dan telinga, kau tidak akan tertawa”
lalu bersama mereka,
aku pun ikut tertawa

Tidak ada komentar: