Senin, 02 Maret 2009

pemabuk

telah hidup aku dalam jernih cinta mu
kau lah awal dan akhir bagi ku
karena aku adalah ikan yang tidak mungkin hidup tanpa air
seperrti dirimu, tempat hidup ku

dalam jernih mu aku bersuka cita
dalam ombak mu aku bermain
suara mu buat aku berdendang
dalam liuk arus mu aku menari-nari

tapi kini kau keruh
karena mereka inginkan kita berpisah
di masukannya prahara dalam jernih mu
mereka telah dapatkan aku
aku tersiksa, karena jauh dari mu
jiwaku tergelepar, terkoyak-koyak
tak sanggup aku hidup tanpa mu

aku kuat kan diri dengan menelan tetes air mu yang tersisa
sungguh itu sangat menyiksa
cinta buat aku bertahan dan terus bertahan
ajari aku nikmati tetes demi tetes air mu
yang kini hanya ada dalam kalbu ku

harapan itu tumbuh kembali
walau hanya melihatmu dari kejauhan
walau hanya mendengar kabar burung
walau hanya senyuman yang di lipur duka yang ku lihat

dan kini kau telah kembali jernih
karena segala prahara telah kau endapkan
dalam dasar kalbu mu yang tidak berbatas

aku harus kembali hidup
terus berjuang agar dapat kembali bersuka cita
bermain-main dan menari dalam jernih cinta mu
karena kau adalah tempat hidup ku yang terakhir



***


jangan kau laknati aku karena ulah ku
tapi kutuklah aku karena mabuk akan anggur mu
caci makilah aku yang tela mencintaimu
jangan kau cerca cinta ini
karena cinta ini tersaji tulus untuk mu


***



‘cawan kosong’

Aku adalah cawan kosong yang siap menerima anggur mu
Segala sari pati jiwa mu, tuangkanlah kedalamnya
Aku adalah seorang pemegang cawan kosong
Seperti halnya jiwa dan hati ku, kosong

Aku datangi mereka, namun sia-sia
Karena mereka tuangkan anggur dengan melihat ku
Tanpa menoleh kearah cawan ku

Saat aku datang pada mu, aku pasrah
Yang ada hanya harap penuh gelisah
‘akankah kamu sama seperti mereka yang tersia-siakan?’

Namun ternyata kau telah buka mata dan hati mu
Kau telah mengisi cawan ku yang kosong
Dengan anggur yang penuh nikmat
Dan kini biarkanlah aku mabuk akan anggurmu




***



aku bukan kamu; kalian dan mereka semua
aku tidak mau jadi seperti kalian
sungguh aku dan kalian semua adalah satu
aku bahagia dan kamu juga; sama seperti kalian
namun kamu dan mereka anggap aku tidak
ya, karena kita sesungguhnya berbeda
bahkan jauh berbeda



***


Malam ini saat kesunyian, saat cinta diterpa prahara
Aku terdiam, tidak tahu harus berbuat apa
Namun angan ku melayang, pergi kesuatu tempat yang asing bagi ku
Tempat dimana penuh dengan rahasia kehidupan

Karena cinta bukanlah rasa sayang, kasih yang tumbuh dalam hati
Karena cinta bukanlah sumber dari kesenangan, pengharapan dan peraduan

Pahit getirnya cinta harus pula kau rasakan
Hanya dengan begitu kau akan mabuk
Mabuk akan cinta
Karena cinta yang dibasuh dengan air mata
Akan senantiasa abadi selamanya



***


Sayap-sayap yang patah karena aku
Maafkan aku…
Setelah aku tahu benih ku tidak akan tumbuh
Aku pun meninggalkan mu
Maafkanlah aku…
Meski pun kau tumbuhkan bunga nan indah
dan wangi menggoda
Aku tidak akan mabuk karenanya
Maka maafkanlah aku…



***


Bersinarlah terus dalam kejujuran hati
Menarilah bersama bintang-bintang
Hingga gelap malam tidak lagi kentara

Tidak hanya mata yang dapat melihat
Tidak hanya telinga yang dapat mendengar
Tidak hanya mulut yang dapat bicara

Walau tidak besayap, tetaplah pada ketinggian angkasa
Jangan biarkan kesadaran diri ini kembali tapaki bumi
Tetaplah arungi empat jalan tujuan ini



***


Percintaan itu layak nya teka-teki
Kadang mudah terjawab dan mampu aku menghadapinya
Bila tidak, layaknya batu loncatan
Yang mungkin sulit untuk dilalui

Orang bilang cinta laksana api yang berkobar
Membakar hati yang tidak disangka
Lebih menyengat dari sengatan lebah
Bahkan ia dapat bangkitkan jiwa yang telah mati terkubur

Tidak ada komentar: